Ini cerita mungkin bukan yang terbaik, namun semoga menjadi cerita menarik, ketika masih di Belitung,saya mendapat info tentang lomba KDMI(kompetisi debat mahasiswa Indonesia) itu di IG puspresnas(pusat prestasi nasional), namun di Universitas belum ada info tentang event itu, dalam pedomanya disebutkan bahwa lomba dilaksanakan daring, dengan semangat ingin belajar saya mencoba mendaftarkan diri sebagai peserta,ketika itu saya berpikir bahwa pelaksanaan di UBB akan dilaksanakan secara daring. Tiba pengumuman siapa yg akan menjadi delegasi FH UBB, yakni hari jum'at saya dapat info bahwa lombanya hari senin jam 08.00,saya yang waktu itu masih di Belitung tiba-tiba kaget, karena lombanya secara offline di kampus, kemudian menanyakan ke orang tua apakah boleh pulang ke bangka secara mendadak, karena saya rasa ada tanggungjawab amanah sebagai delegasi dari FH,namun di satu sisi tiket akan amat mahal kalau perginya mendadak, Alhamdulillah nya orangtua izinin. Akhirnya hari sabtu saya test rapid dulu di bandara sekaligus beli tiket untuk keberangkatan hari minggu. Pada hari minggu awalnya saya ada agenda kumpul dengan tim debat, yakni kak Selvina & bang Zaldi, namun ternyata berhalangan karena bang Zaldi tiba-tiba ada acara keluarga, dan sangat tidak efektif bila tim debat hanya kumpul 2 orang saja, jadi kami batalin agenda kumpul hari minggu itu, dengan kesepakatan bahwa hari senin harus kumpul sejam sebelum lomba yakni jam 7,saya yang kalau itu uda 4 bulanan tidak ada dibangka jadi motor saya mogok, sehingga saya harus pergi ke kampus pagi-pagi naik sepeda temen. 
 

Saya tiba paling awal di parkir FH UBB, disusul bang Zaldi & kak Selvina, dan saat itu kami belum nentuin posisi masing-masing pembicara, dengan sedikit cerita-cerita pengalaman di masa lalu akhirnya kami sepakat menentukan pembicara satu yakni saya Yudha Kurniawan, pembicara dia yakni bang Rizaldy Al Ghifari dan pembicara tiga adalah kak Selvina. Waktu masuk ke ruang acara, kami jujur tidak ada persiapan dan belajar sama sekali karena mendadak & kurang info, melihat tim lain dari jurusan dan fakultas lain bawa-bawa kertas latihan, kami sama sekali tidak ada, bukan karena kami menyepelekan lomba, namun kami enggak tau gmn pedoman lomba itu di fakultas, usut punya usut ternyata sudah dilaksanakan teknikal meeting yg di dalamnya sudah ditentukan 3 clue  mosi utama pada hari jum'at lalu, dan satupun dari kami bertiga tidak ada yg tau tentang itu, mana KDMI menurut bang Zaldi beda dengan debat hukum, karena materi KDMI itu elaborasi nya sangat luas dibanding debat hukum. 
 

Dengan persiapan yang minim, hanya berbekal pengalaman masa lalu, yang dimana itu udah lama sehingga muncul kekakuan dalam berdebat, tapi yaudahlah gak papa, lanjut saja. Kami giliran ke 4,tepat setelah sholat dzuhur bertandingnya, dan mendapatkan mosi penerimaan siswa Sd-Smp-Sma mengutamakan umur bukan nilai, kami coba bangun argumen, walau yg dibahas pendidikan, karena basic kami Hukum sehingga acuan kami dalam debat adalah adalah pasal normatif dan teori keadilan, ya dengan agak gelagapan, ataupun kalau kata orang bangka itu kededep, tapi ya jalani amanah dengan se optimal mungkin, setelah selesai giliran kami, kemudian kami menunggu pengumuman juara yang diumumkan jam 4,sejatinya kami gak optimis menang karena persiapan yang minim, namun kami berharap yang terbaik
 

Dan pas di umumin, juara 2 yakni tim Yudha kurniawan, Rizaldy Al Ghifari dan Selvina dari jurusan ilmu hukum, kami kaget dan nggak nyangka, bersyukur ternyata hal yg kami coba optimalkan dengan baik akhirnya membuahkan hasil, persembahan sebelum masuk semester untuk FH UBB tercinta. Satu pesan yang saya ingat dari seorang juri, pemikiran menang kalah adalah titik terendah dari seorang peserta. Yang terpenting itu ialah pengalaman. Setelah mendengar pesan juri tersebut, Tidak berharap banyak pada saat itu cukup untuk pengalaman saja. Tapi Allah Maha baik, kami diizinkan untuk menjadi tim juara 2 lomba KDMI 2020 mewakili Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. 
 

Kata motivasi: beranilah mencoba dan bertanggung jawab, hasil akhir sudah ditentukan, tinggal ikhtiar kita menjemputnya.