Balunijuk-Merawang, Salah satu langkah mengatasi kenakalan remaja yang terjadi di wilayah Kabupaten Belitung Timur, pemerintah daerah setempat mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kenakalan Remaja. Mengusung tema “Transformasi Generakan Milenial Laskar Pelangi Melalui KOMunitas Pelajar Anti Kenakalan remaja (KOMPAK)”, dua dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB), Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H. dan Darwance, S.H., M.H. ikut mendukung upaya ini dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Negeri Laskar Pelangi. Salah satu sekolah yang dijadikan sebagai lokasi kegiatan adalah SMK Muhammadiyah Belitung Timur.
Kami menyambut baik kegiatan yang digagas oleh dua orang dosen dari FH UBB ini, karena ini sejalan dengan salah satu tujuan pendidikan di sekolah kami. Di sekolah ini, kami juga menekankan pada pendidikan moral, bukan hanya intelektual,” kata Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Belitung Timur, Nurul Adli, S.Pd.I. Sementara itu, Dr. Dwi Haryadi, S.H.,M.H., Ketua Pengabdi menyampaikan terimakasih kepada Kepala Sekolah dan jajarannya serta semua siswa yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami dari pihak perguruan tinggi mencoba mengambil peran bermitra dengan sekolah guna menciptakan banyak komunitas yang peduli terhadap kondisi remaja kita yang kini banyak pengaruh negatif dari pergaulan maupun sosial media.
Dalam pemaparannya, Darwance, S.H., M.H. mengatakan dari sejumlah data dan pemberitaan, kenakalan remaja di wilayah Kabupaten Belitung Timur merupakan salah satu persoalan yang sedang jadi sorotan. Oleh karenya, sejumlah langkah mutlak harus dilakukan untuk mengantisipasi persoalan ini. Bila tidak, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap generasi muda Belitung Timur di masa yang akan datang.
Beberapa hari yang lalu kami menerima data persoalan anak dari Dinas Sosial Pembersayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur. Pada tahun 2017 ada 7 kasus (4 laki-laki, 3 perempuan), 2018 8 kasus (4 laki-laki, 4 perempuan), dan 2019 ada 5 kasus (2 laki-laki, 3 perempuan). Mengapa ini bisa terjadi? Dalam konteks kenakalan remaja, salah satunya misalnya kurangnya komunikasi antar anggota keluarga, termasuk pola didikan yang salah di keluarga, seperti terlalu memanjakan anak. Zaman sekarang misalnya, anak minta beli sesuatu kepada orang tua langsung diberikan, jalau tidak anak marah. Ini tidak baik sebetulnya,” terangnya di hadapan 20 siswa.
Ia menambahkan, ada beberapa cara sebagai upaya untuk mengatasi kenakalan, seperti dukungan dari keluarga, guru, dan teman sebaya untuk memperbaiki diri. Baik keluarga, guru dan teman sebaya merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi karakter seorang remaja di kemudian hari. Selain itu, seorang remaja juga diminta untuk taat menjalankan ajaran agama dengan baik, menjaga hubungan baik dalam keluarga, terlibat ekstra kulikuler (ekskul) sesuai minat bakat, memfilter informasi dan share di media sosial, dan berada dalam komunitas yang positif.
Pada kesempatan ini, kami disuguhi Sirup Kelubi yang menjadi hasil produk dari siswa-siswa tata boga SMK Muhammadyah Beltim. Ini merupakan bentuk kreativitas dan inovasi yang harus didukung dan diapresiasi oleh semua pihak dan menjadi bagian dari kegiatan positif untuk menjauhkan peljar kita dari kenakalan remaja.