Balunijuk-Bangka, Kenakalan remaja merupakan salah satu persoalan yang kini dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan menjadi sorotan publik. Sejumlah upaya pun sudah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat sebagai salah satu langkah mengatasi kenakalan remaja yang di wilayah itu, termasuk dengan seperangkat regulasi, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kenakalan Remaja.
Mengusung tema “Transformasi Generakan Mileneal Laskar Pelangi Melalui KOMunitas Pelajar Anti Kenakalan remaja (KOMPAK)”, dua dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB), Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H. dan Darwance, S.H., M.H. ikut mendukung upaya ini dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, salah satunya bersinergi dengan SMAN 1 Gantung. Acara yang diikuti oleh 20 siswa yang terdiri dari pengurus OSIS dan Pramuka ini dilaksanakan pada hari Rabu (03/07/2019), bertempat di Aula SMAN 1 Gantung Belitung Timur.
“Jadi, kami sebagai dosen itu memiliki tiga fungsi utama yang dalam dunia perguruan tinggi dikenal dengan istilah Tri Dharma, pertama pengajaran sama seperti guru-guru di sekolah, lalu ada penelitian, terakhir adalah pengabdian. Pengabdian itu salah satunya dilakukan dalam bentuk penyuluhan atau sosialisasi, salah satunya acara yang sedang kita lakukan sekarang,” kata Darwance, S.H., M.H., yang bertindak selaku moderator pada hari itu. Ia menambahkan, kegiatan yang mereka lakukan merupakan kegiatan yang didanai oleh UBB.

“Kami mengajukan proposal untuk melaksanakan kegiatan ini melalaui skema Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU), lalu dinilai oleh reviewer, dan dinyatakan lolos dan didanai. Semua berangkat dari keprihatinan kami terhadap kondisi kenakalan remaja di daerah ini,” tambahnya. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala Sekolah Sabarudin, M.Pd yang diawal proposal ini diajukan bersedia menjadi mitra kegiatan ini.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Marta Elfransyah, S.Pd dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya SMAN 1 Gantung sebagai salah satu lokasi kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi upaya bersama untuk mencegah kenakalan remaja khususnya bagi siswa-siswa SMANSA Gantung.
Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H., Ketua Pengabdi dalam pemaparannya menyampaikan berbagai jenis kenakalan remaja dan bahayanya seperti pergaulan bebas, minuman keras, narkoba dan lain-lain. Oleh karenanya butuh kerjasama semua pihak, mulai dari orang tua, guru, orang lingkungan sekitar dan tentu bagi pelajar itu sendiri harus ada komitmen dan kemauan untuk menjauhi kenakalan remaja dan berani katakan tidak terhadap interaksi/pergaulan yang menjerumuskan pada hal negatif.