Setiap tanggal 21 April, negara ini selalu memperingati sebagai hari Kartini. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengenang sosok RA Kartini sebagai pelopor lahirnya kebangkitan kaum hawa dengan prinsipnya memperjuangkan emansipasi wanita. Perjuagan yang dilakukan oleh beliau hingga kin pun masih relevan untuk terus dilakukan. Untuk itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) mengadakan seminar bertajuk “Melahirkan Kartini Milenial Untuk Indonesia Emas 2045”, bertempat di Ruang Video Conference FH UBB, Senin (22/ 04/ 2018).
Hadir sebagai pemateri yakni Melati Erzaldi, Ketua Tim Penggerak PKK Kepualauan Bangka Belitung dan Kurniati, seorang penulis sekaligus guru, dimoderasi oleh Erika, mahasiswi FH UBB sekaligus Duta Intelegensia UBB Erika. Hadir langsung pada acara tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB Nizwan Zukhri, Dekan FH Dwi Haryadi, Dekan FISIP UBB Ibrahim MSi, para dosen di lingkungan FH UBB, serta seratus lebih mahasiswi.
“Pertama tentu ucapakan terimakasih saya sampaikan kepada narasumber. Harapannya semoha bisa memberikan inspirasi kepada semua. Perkembangan teknologi menjadikan Kartini era milenial mempunyai tantangan yang berbeda dibandingkan zaman dahulu. Perempuan harus bisa berprestasi dan setara, meskipun ada kodrat-kodrat tertentu perempuan harus mengetahui kodratnya sendiri,” ujar Dekan FH UBB Dwi Haryadi dalam sambutannya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB Nizwan Zukhri dalam sambutan yang sekaligus membuka acara menyampaikan acara ini merupakan kesempatan yang bagus dan bermanfaat khususnya bagi mahasiswi. Ia berharap acara-acara memperingati seperti ini harus lebih banyak lagi di UBB.
“Dengan tema yang luar biasa dalam rangka memperingati hari Kartini seperti ini diharapkan dapat memberikan dorongan dan membangkitkan khususnya perempuan menjadi wanita hebat,” tambahnya.
Sementara itu, Melati Erzaldi dalam pemaparannya mengatakan di era modern saat ini, perempuan Indonesia semakin bangkit. Sesuai dengan buku Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini era modern sudah bisa menjadi pemimpin dan menempati posisi strategis. Menurutnya, generasi millenial saat ini membuat sosok Kartini bangga.
“Sosok Kartini era milenial harus mempunyai kepercayaan diri, harapan tinggi, punya pencapaian sesuatu, mandiri, cerdas, inovatif dan kreatif,” tegasnya saat menyampaikan materi seminar dengan tema “Asensi Kartini di Era Milenial”. Ditambahkan olehnya bila perempuan zaman dulu dengan zaman sekarang itu sangatlah berbeda, perempuan pada zaman dahulu misalnya tidak boleh banyak berprestasi. Untuk itu ia mengingatkan Kartini era milenial harus ada kepercayaan diri, harapan tinggi, berorientasi pada pencapaian, mandiri, cerdas, inovatif dan kreatif.
Hal senada juga disampaikan oleh pemater berikutnya, Kurniati. wanita bekerja karena tiga hal yaitu kesempatan politik, pendidikan dan tekanan ekonomi. Menurutnya, Kartini milenial harus meningkatkan valensi yang terdiri dari 4 komponen yaitu visi, action, move on dan collaboration.
“Kartini milenial yang sesungguhnya adalah perempuan yang memiliki 5 hal yaitu confident, high expectations, achievement oriented, mandiri, cerdas, inovatif dan kreatif,” tandasnya. (*)