Sabtu 4 Desember 2021 di Ballroom Swisbell Hotel Pangkalpinang diadakan acara penganugerahan penghargaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Expo kepada insan-insan akademik yang telah berhasil memberikan kontribusi dalam mendukung program MBKM di lingkungan Universitas Bangka Belitung.
Ada 8 kegiatan MBKM yang dijadikan nominasi penghargaan. Tim media FH UBB berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan salah satu pemenang yaitu Muhammad Syaiful Anwar, S.H.,LL.M dosen muda kelahiran Cilacap yang menggeluti bidang konsentrasi HTN/HAN. Bergabung di FH UBB sejak 2018, beliau akan berbagi pengalaman setelah memenangkan MBKM Awards 2021.
Tim riset yang dibimbingnya terdiri dari Saripudin Tanjung dan M Rafli Mustofa dari FH UBB serta Bagas Pati dari FISIP UBB. Riset yang diangkat dengan judul Analisis Potensi Konflik dalam Pemekeran Desa Bukit ditunjau dari Perspektif Hukum dan Politik. Latar belakang dari riset ini adalah ide pemekaran Desa Bukit Layang yang telah hadir sejak tahun 2005 dengan wilayah desa yang luas.
Riset dilakukan dengan turun ke masyarakat Desa Bukit Layang dan mendapatkan banyak informasi dan data pendukung. Sebagai dosen fasilitator, Muhammad Syaiful Anwar, memberikan masukan dan arahan sehingga informasi dan data yang ada dianilisis dan bisa ditarik kesimpulan dan saran untuk menjawab pertanyaan.
Meskipun kelihatan berjalan lancar namun tim riset menjumpai kendala seperti kesulitan untuk mendapatkan waktu berkaitan perizinan dari para pemangku kepentingan seperti perangkat desa, legislatif dan eksekutif di daerah. Disamping itu, kehadiran pandemi yang membatasi ruang gerak di wilayah Bangka membuat tim sedikit tertunda dalam melaksanakan riset.
Meskipun kehadiran kendala tersebut bukan membuat tim berhenti, dengan strategi dan kerjasama, riset tetap berjalan dengan memanfaatkan waktu yang ada. Tetap menjaga komunikasi dengan pihak warga masyarakat, Perangkat Desa, Anggota Legislatif di Kabupaten Bangka dan Dinas-Dinas yang terkait. Dari hasil komunikasi yang baik tersebut terciptalah kolaborasi sehingga menciptakan hasil analisis dan riset yang baik pula.
Dari hasil riset ini maka tim menarik kesimpulan bahwa Desa Bukit Layang sudah bisa dimekarkan apabila melihat dari sisi filosofis keberadaan Desa Bukit Layang sudah mandiri, secara sosiologi bahwa hubugan dengan rentang kendali antar warga masyarakat akan lebih mudah untuk bersinergi ketika dilakukan pemekaran, secara demografi dengan luas wilayahnya maka secara administrasi memang haruslah dialukakan pemekaran desa dan terakhir secara politik yaitu demi mencapai pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Bukit Layang.
Tim riset menyampaikan bahwa secara prinsip ke depannya riset ini dijadikan fondasi untuk menjadikan pemekaran Desa Bukit Layang menjadi skala prioritas dalam Program Legislatif Daerah (PROGLEGDA) Kabupaten Bangka dan juga demi terpenuhinya kendali penataan wilayah. Muhammad Syaiful Anwar, S.H.,LL.M juga membagikan sedikit tips kunci ketika melakukan riset hukum di masyarakat. Bahwa pada intinya menjaga komunikasi dan konsolidasi dengan stakeholder menjadi hal yang wajib diprioritasikan. Keberhasilan komunikasi maka akan menjamin sinergitas untuk mencapai hasil riset yang faktual dan mumpuni.