Pagelaran Kompetisi Debat Bahasa Indonesia (KDMI) Tingkat Universitas Bangka Belitung 2019 sukses dilaksanakan pada Rabu, 2 Juni 2021. Bertempat di aula Peradaban Rektorat UBB, seremonial penutup sekaligus pengumuman juara menyempurnakan ajang lomba tahunan yang diikuti oleh peserta dari lima fakultas terebut. Kegiatan KDMI tahun ini diikuti oleh 16 peserta, yang diselenggarakan secara hybird, 14 peserta hadir dan dua peserta tampil melalui media daring menyiasati kondisi pandemi COVID-19.

KDMI merupakan ajang lomba berjenjang yang dilaksanakan dalam melalui beberapa tahap seleksi, pemenang ditingkat universitas selanjutnya akan menjadi perwakilan di tingkat regional dan nasional. Untuk dapat menyeleksi peserta dengan kualifikasi terbaik, para juri berpedoman dengan parameter penilaian debat yang telah ditentukan.

Melalui sistem british parliament yang digunakan, setiap peserta diberikan waktu untuk membangun kasus (case building) selama 15 menit sejak mosi diberikan tanpa membuka alat elektronik maupun buku referensi apapun. Penyampaian argumentasi debat dilakukan dalam waktu 7 menit untuk menjelaskan posisi, argumen, data dan penegasan pembicara terhadap mosi yang diberikan. Dengan menyikapi kondisi kebangsaan saat ini, mosi terfokus dalam empat kluster, yakni hukum, kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

Berbagai komponen penilaian yang digunakan untuk menentukan kapabilitas peserta diantaranya adalah kemampuan berargumentasi, strukrur kebahasaan, case building, nalar dan logika, retorika penyampaian, efisiensi dan efektifitas waktu serta kemampuan mempertahankan pendapat. Dalam kegiatan tahun ini, terdapat tiga juri yang menjadi tim penilai, yakni Andri Fernanda, M.A., Muhammad Fadeli, S.Pd.M.Pd., dan Suparman.

Berdasar hasil kompetisi, terdapat tiga mahasiswa pembicara terbaik yang terpilih mewakili UBB dalam ajang KDMI tingkat regional. Pembicara terbaik I diberikan kepada Andri Yanto, mahasiswa hukum Fakultas Hukum (FH), pembicara terbaik II yakni Yusi Luky, mahasiswa agroteknologi Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB) dan pembicara terbaik ketiga diraih oleh Muntaz Soraya, mahasiswa biologi FPPB.

Secara khusus dalam kegiatan ini, Fakultas Hukum mengirimkan tiga mahasiswanya, yakni Andri Yanto, Fenny Desi Fitria dan Fadila Salsabila yang kegiatanya adalah mahasiswa angkatan Reformis Vimsati (angkatan 2020). Meski masih berstatus mahasiswa baru, semangat untuk meraih prestasi akademik tetap dipegang teguh oleh setiap perwakilan fakultas merah ini. Persiapan dan diskusi bersama juga dilakukan sebelum kegiatan, dan komitmen memberikan yang terbaik berhasil meloloskan satu, dari ketiganya ditahap berikutnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kemahasiswaan dalam berdialektika dan mempertahankan argumentasi secara akademis sebagai bekal penting dalam pembangunan generasi muda di masa mendatang. Selain itu, tim yang akan mewakili UBB ditingkat regional diharapkan dapat memberikan yang terbaik serta membawa nama Kampus Peradaban hingga ketingkat nasional.

Dr Dwi Haryadi sebagai Dekan Fakultas Hukum UBB sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas prestasi yang kembali diraih oleh Andri Yanto mengingat dalam waktu yang tidak berjauhan sebelumnya dia juga menjadi delegasi FH yang memenangkan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan akan mewakili ketingkat nasional. Semoga Andri dapat menjadi model bagi mahasiswa FH yang lain yang dapat mengharumkan nama fakultas dan jurusannya dengan prestasi.