Menyambut dan memperingati Hari Kartini, 21 April 2021, Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) melaksanakan kembali kegiatan Kajian Lintas Akademi Series II, dengan tema webinar Kewajiban Negara Terhadap Perlindungan Hukum Anak dan Pemberdayaan Perempuan. Acara dilakukan secara daring dan diikuti kurang lebih 300 peserta berbagai latar belakang.

Webinar dipandu oleh Rafiqa Sari, SH MH dosen FH UBB. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Rektor UBB, Dr. Ibrahim, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FH UBB Dr. Dwi Haryadi SH MH sekaligus membuka webinar.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Rita Pramawati MA menjadi pembuka dalam webinar kali ini menyampaikan mengenai data-data, fakta, perkembangan dan kewenangan dari KPAI dalam perlindungan hukum anak.  Pada kesimpulannya disampaikan bahwa perlindungan anak dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.

Dr. Yeni Widowaty, SH, MHum, akademisi dari UMY Yogyakarta menjadi narasumber kedua terkait Penyelesaian Perkara Secara Diversi Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum oleh Negara Terhadap Anak. Bahwa Perlindungan Hukum secara in concreto bukan in abstracto bagi anak. Sebagai upaya negara memberikan peluang mengembalikan keseimbangan dalam masyarakat.

Dilanjutkan dengan pemaparan dari Hj. Melati Erzaldi, SH, Ketua Tim Pengerak PKK Kepulauan Bangka Beltung mengenai Kebijakan Daerah Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan. Babel Insya Allah akan meraih predikat Provinsi Penggerak KLA dan Provinsi Pelopor KLA. Akhir kata beliau menyampaikan mengenai peran serta perempuan dalam pembangunan.

Toni SH MH, dosen sekaligus praktisi dari FH UBB menyampaikan tema perlindungan anak dalam sistem peradilan pidana anak. Beliau kritikan dan saran terhadap UU Sistem Peradilan Anak. “Ketidakseimbangan tanggung jawab penegak hukum dalam peraturan perundang-undangan antara kepentingan anak sebagai pelaku dan anak sebagai korban dan termasuk viktmisasi yuridis” tandasnya.

Webinar dilanjtukan ke sesi tanya jawab. Antusiasme dari para peserta sangat tinggi dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis. Demikian juga, para narasumber mampu memberikan jawaban yang komprehensif. Namun pada akhirnya, waktu juga yang memisahkan. Akhirnya webinar ditutup dengan pernyampaian closing statement dari moderator Ratiqa Sari SH MH.