Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayan secara resmi mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu implikasi dari kebijakan itu adalah perguruan tinggi diharuskan untuk menyesuaikan kurikulum yang diterapkan dengan karakter MBKM. Oleh sebab itu, dalam upaya penyelarasan itu, Jurusan Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) menyelenggarakan Workshop, Jum’at, 13 November 2020 di Hotel Puri 56 Pangkalpinang.
Hadir sebagai narasumber adalah Kepala Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr. Heribetus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A. yang menyampaikan pemaparannya via Zoom Meeting. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Dr. Nizwan Zukhri, S.E., M.M., didampingi oleh Dekan FH UBB, Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H., dan dipandu langsung oleh Ketua Jurusan Hukum FH UBB, Toni, S.H., M.H.
Mengawali sambutan di awal acara, Dekan FH UBB Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H. mengatakan worksop yang dilaksanakan oleh Jurusan Hukum ini merupakan salah satu tahapan yang dilakukan dalam rangka menemukan kurikulum yang cocok untuk melahirkan sumder daya hukum yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan. Oleh sebab itu, ia berharap narasumber yang berasal dari salah satu kampus hukum ternama di Indonesia itu dapat berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam menyusun dan menerapkan kurikulum hukum di kampusnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Dr. Nizwan Zukhri, S.E., M.M., dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, beberapa waktu ini pihaknya memang disibukkan dengan penyelasaran kurikulum di beberapa jurusan di UBB, salah satunya hari ini workshop oleh Jurusan Hukum FH UBB sebagai implementasi dari kebijakan kampus merdeka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Oleh karenanya, mengacu kepada kebijakan itu, sejumlah harus dilakukan, terutama kurikulum yang semula lebih banya pada kuliah-kuliah dalam kampus dengan mata kuliah yang sudah ditentukan, kali ini lebih fleksibel karena mahasiswa diberikan banyak pilihan, misalnya kuliah di jurusan lain di semester tertentu.
“Workshop ini sangat penting dalam rangka membahas bersama-sama kerangka kurikulum seperti apa yang sesuai dengan kebijakan ini,” tambahanya.
Ketua Program Studi S1 Hukum FH UGM Dr. Heribetus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A. dalam pemaparannya menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pengalaman perkuliahan dan desain MBKM dan Outcome Base Education (OBE) di FH UGM, di antaranya tentang hak belajar tiga semester di luar program studi, mekanisme persiapan pimpinan perguruan tinggi untuk implementasi kampus merdeka, kerangka kerja kurikulum, rancangan kerja karakter mahasiswa, contoh struktur kurikulum sarjana, matakuliah lintas disipilin, bentuk kegiatan pembelajaran di luar prodi, kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal, dan lain sebagainya.
“Apa yang sudah kami terapkan itu tentu juga bisa diterapkan di FH UBB, termasuk kerjasama yang bisa dilakukan antara FH UBB dengan FH UGM, misalnya mahasiswa FH UBB bisa berkuliah di FH UGM,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Hukum FH UBB, Toni, S.H., M.H., mengatakan, workshop ini selain untuk menyusun kurikulum hukum yang ideal, juga dilakukan untuk menjalin kerjasama dengan jurusan hukum dari kampus lain atau jurusan lain dari kampus yang sama atau kampus lain yang ada di berbagai wilayah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan hukum yang sesuai dengan karakter era sekarang dan masa yang akan datang.
“Oleh sebab itu, berbagai hal terus kita upayakan untuk terus meningkatkan kualitas lulusan kita yang berlandaskan pada keunggulan, adab, dan berkeadilan sesuai dengan motto jurusan ini,” katanya. (*)