15 Februari 2022, Fakultas Hukum UBB (FH UBB) berangkat ke Desa Labuh Air Pandan Kabupaten Bangka dalam program Desa Binaan. Kedatangan rombongan FH UBB langsung dipimpin oleh Dr. Derita Prapti Rahayu, S. H., M.H. beserta dosen dari FH UBB terdiri dari Toni, S.H., M.H, Rio Armanda Agustian, S.H., M.H., Wirazilmustaan, S.H., M.H., Rahmat Robuwan, S.H., M.H, Bunga Permatasari, S.H., M.H dan Sintong Arion Hutapea, S.H., M.H. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh budaya dari Kabupaten Bangka dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bangka Belitung.

Acara peluncuran Desa Binaan FH UBB mengusung tema Sosialisasi Lembaga Adat dan Kearifan Lokal dalam Dimensi Sosial dan Hukum. Acara dipandu oleh Dosen FH UBB Rio Armanda Agustian, SH., MH. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Badarudin, yang menyatakan bahwa acara peluncuran Desa Binaan ini sudah sangat lama dinantikan, dan berharap kegiatan ini bisa menjadikan Desa Labuh Air Pandan menjadi sarana promosi kebudayaan dan adat yang dapat terkenal di tingkat lokal maupun nasional.

Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H. Dekan FH UBB dalam penyampaiannya menyatakan bahwa era otonomi desa pada saat ini, bentuk lembaga adat Desa Labuh Air Pandan merupakan bentuk perwujudan kedaulatan untuk menjaga kelestarian budaya dan Kearifan Lokal. Desa Labuh Air Pandan juga diharapkan bisa menjadi Desa Binaan FH untuk memperkenalkan dan memperkuat adat Laboe Usang yang dimiliki Desa Labuh Air Pandan.

Sarnubi Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka, tokoh budaya Bangka menyampaikan selamat atas hadirnya Lembaga Adat Desa Laboe Oesang Desa Labuh Air Pandan.  Bahwa perlu juga diwariskan kepada anak cucu tentang budaya dan Kearifan Lokal yang hidup.  Pemandu acara juga menyampaikan mengenai perkembangan dan proses pembentukan serta pendirian Lembaga Adat Laboe Oesang Desa Labuh Air Pandan. Disamping itu, dalam penyampaiannya disampaikan bahwa adanya cerita khas dan prasasti yang terdapat di Desa Labuh Air Pandan.

Ketua Lembaga Adat Laboe Oesang Desa Labuh Air Pandan Rudi menyatakan pentingnya keberadaan lembaga adat di Desa Labuh Air Pandan adalah sebagai lembaga yang mampu melestarikan dan meregenerasikan kearifan lokal yang ada di Desa Labuh Air Pandan. Tokoh Budaya Melayu Kabupaten Bangka Wahar Saxono mengungkapkan pentingnya mempromosikan adat melayu Bangka kepada anak-anak muda sedangkan Ali Usman dari Dinas Pariwisata Provinsi Bangka Belitung memberikan penyampaian terakhir mengenai fakta dan data serta perbandingan bagi pendirian untuk Desa Budaya. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan jamuan makan siang bersama.