Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayan secara resmi mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang salah satunya mengharuskan perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum yang diterapkan dengan karakter MBKM. Setelah menyelenggarakan Workshop, Jum’at, 13 November 2020 di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, dilanjutkan dengan penyusunan Kurikulum MBKM yang selanjutnya disahkan oleh Rektor untuk mulai diterapkan pada Semester Genap 2020/2021, Jurusan Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) langsung memberikan sosialisasi Kurikulum MBKM kepada seluruh mahasiswa.
Sosialisasi dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Januari 2021, via Zoom Meeting, diikuti oleh mahasiswa FH UBB dari seluruh angkatan. Materi dipaparkan langsung oleh Ketua Jurusan Hukum Toni, S.H., M.H., dipandu oleh Sekretaris Jurusan Hukum Darwance, S.H., M.H. Sosialisasi pada intinya menyampaikan tentang perubahan kurikulum dari kurikulum sebelumnya ke Kurikulum MBKM, di antaranya diperbolehkannya mengambil matakuliah lintas program studi dan lintas perguruan tinggi.
Dekan FH UBB Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H. mengatakan penerapan Kurikulum MBKM untuk pertama kali ini memburuhkan persiapan yang matang, di antaranya adalah dengan memberikan sosialisasi baik kepada para dosen terutama mahasiswa. Ia menambahkan, bila dalam penerapannya nanti ditemui beberapa masalah, hal ini wajar di awal penerapannya ini.
“Masalah-masalah nanti yang mungkin saja kita temui harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi agar penerapan kurikulum ini bisa berjalan lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Hukum FH UBB, Toni, S.H., M.H., di awal pemaparannya mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman tentang Kurikulum MBKM yang baru diterapkan. Hal ini penting dilakukan agar dalam implementasinya nanti tidak ada perbedaan pemahaman, terutama pada saat memilih matakuliah oleh mahasiswa, termasuk saat memilih skema mana yang diambil saat berada di semester enam, semester di mana Kurikulum MBKM memberikan pilihan-pilihan merdeka kepada mahasiswa.
“Tidak hanya oleh mahasiswa, penyamaan pemahaman ini penting juga bagi pembimbing akademik dalam memberikan masukan kepada mahasiswa yang dibimbingnya,” tandasnya. Sosialiasi diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa banyak yang bertanya di antaranya tentang matakuliah luar prodi, magang, bina desa, dan lain sebagainya. (*)