Tridarma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selama ini dalam praktiknya kita dominan pada darma yang bertama, sedangkan yang kedua dan ketiga belum optimal. Padahal salahsatu indikator penting kemajuan sebuah perguruan tinggi adalah bagaimana kinerja penelitian dan pengabdiannya. Kemudian dalam borang reakreditasi, AIPT, BKD, sertifikasi dosen dan lain-lain juga sangat dibutuhkan, khususnya terkait output penelitian atau pengabdian berupa publikasi jurnal, buku ajar, buku teks, prosiding sampai menghasilakan sebuah kebijakan atau produk. Oleh karenanya, kedepan semua dosen harus mulai bersama-sama melakukan penelitian dan pengabdian berbasis output dan menjadikannya sebagai sebuah prioritas. Demikian disampaikan Dwi Haryadi selaku Dekan FH UBB dalam sambutannya.

Sementara Nanang Wahyudin, SE., MM. sebagai sekretaris LPPM dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa saat ini kinerja penelitian UBB sudah naik dari binaan ke madya sehingga memiliki potensi untuk mendapatkan pendanaan yang lebih besar dari Dikti dan tentu beberapa skim penelitian yang selama dibinaan tidak dibolehkan kini sudah dapat diajukan oleh bpk/ibu peneliti. Hanya saja kita jadi tidak dapat lagi mengajukan penelitian pemula. Sementara ditingkat universitas kita memiliki beberapa skim yang dapat diikuti oleh bpk/ibu ditahun 2020 nanti, seperti PDTU, PDTF dan PDTJ. Sedangkan untuk pengabdian ada PMTU, PMTF, PMTJ, serta pengajuan untuk menjadi DPL KKN 2020. Tentu semuanya berbasis output berupa publikasi yang akan semakin meningkatkan kinerja penelitian dan pengabdian UBB kedepan. Kegiatan sosialisasi ini dimoderatori oleh Darwance, SH., MH dan dihadiri oleh para pejabat struktural FH UBB dan para dosen.